Seleksi pada SMK atau bentuk lain yang sederajat yang diselenggarakan pemerintah daerah, seleksi ditentukan berdasarkan jumlah/akumulasi nilai rata-rata rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5(lima) untuk semua mata pelajaran. Seleksi pada SMK ada 4 (empat) jalur, yaitu:

1. Jalur Bina Lingkungan dengan kuota 10% (sepuluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima, jika melampaui jumlah kuota yang ditetapkan maka penentuan peserta didik yang diterima dilakukan dengan seleksi berdasarkan peringkat nilai tertinggi. Pendaftar bina lingkungan yang tidak diterima dapat mendaftar kembali di jalur reguler;

Jalur Bina lingkungan diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mendaftar di SMK (maksimal jarak 100 Meter) yaitu calon peserta didik baru yang berdomisili terdekat dilingkungan sekitar satuan pendidikan dengan menunjukkan KK asli serta melampirkan fotokopi KK yang diterbitkan paling lambat 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB atau minimal tanggal 31 Mei 2023;

2. Jalur Afirmasi dengan kuota 25% (dua puluh lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima, jika melampaui jumlah kuota yang ditetapkan maka penentuan peserta didik yang diterima dilakukan dengan seleksi berdasarkan peringkat nilai tertinggi

3. Jalur Perpindahan tugas orang tua/wali, anak kandung guru dan tenaga kependidikan dengan kuota 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima, jika melampaui jumlah kuota yang ditetapkan maka penentuan peserta didik yang diterima dilakukan dengan seleksi berdasarkan peringkat nilai tertinggi;

4. Jalur Prestasi dengan kuota 10% (sepuluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima, yaitu calon peserta didik yang diatur sesuai dengan ketentuan pada pasal 11, dengan pembagian kuota:

  • Prestasi akademik kuota sebesar 3% (tiga persen);
  • Prestasi non akademik kuota sebesar 2% (dua persen);
  • Prestasi Tahfiz Al-Quran kuota sebesar 3% (tiga persen);
  • Prestasi keagamaan lain bagi agama non islam kuota sebesar 2% (dua persen).

5. Jalur reguler dengan kuota 50% (lima puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Seleksi jalur reguler dilakukan berdasarkan peringkat nilai tertinggi.

6. Jika kuota jalur bina lingkungan, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali dan anak kandung guru dan tenaga kependidikan dan jalur prestasi kuotanya tidak terpenuhi maka otomatis sisa kuotanya ditambahkan ke kuota jalur reguler.